Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto secara resmi menyerahkan jenazah pilot berkebangsaan Amerika Serikat (AS), Nicholas F. Goselin, kepada Uskup Jayapura Yanuarius Theofilus Matopai You yang mewakili PT AMA. Prosesi penyerahan berlangsung di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, dan disaksikan oleh sejumlah pejabat militer.
Evakuasi Jenazah dari Balinggama ke Jayapura
Berdasarkan laporan Antara, Sabtu (4/7/2026), jenazah Nicholas dievakuasi oleh personel Komando Operasi TNI Habema dari tempat kejadian perkara di Balinggama, Kabupaten Yahukimo. Jenazah diterbangkan ke Timika terlebih dahulu sebelum akhirnya tiba di Jayapura. Panglima Lucky menegaskan bahwa dengan penyerahan ini, proses evakuasi dinyatakan selesai.
Ia menyayangkan insiden yang merenggut nyawa pilot pesawat jenis Pilatus tersebut, yang tengah menjalankan misi kemanusiaan melayani masyarakat di daerah terpencil Papua. "Kita sudah menyaksikan rilis dari KKB pimpinan Elkius Kobak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pilot yang sedang melaksanakan tugas kemanusiaan melayani masyarakat," ujar Lucky.
Komitmen TNI Jaga Keamanan Papua
Letjen Lucky menegaskan bahwa seluruh prajurit TNI yang bertugas akan terus menjalankan tugas menjaga dan mengamankan Tanah Papua. "TNI akan terus menjaga keamanan di Tanah Papua agar tetap aman," katanya.
Uskup Jayapura Yanuarius Theofilus Matopai You, yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT AMA, memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa AMA, yang memiliki misi kemanusiaan, tidak pernah membawa personel TNI, Polri, maupun KKB. "Misi kami adalah misi yang mulia untuk pekabaran Injil sehingga selalu menjaga netralitas," kata Uskup You. Ia menambahkan bahwa AMA berkontribusi dalam meningkatkan peradaban dan pembangunan manusia di pedalaman Papua melalui misi kemanusiaan yang murni.
Proses Otopsi di RS Bhayangkara
Setelah diserahkan, jenazah Nicholas langsung dibawa ke hanggar AMA untuk menjalani ibadah bersama. Selanjutnya, jenazah diantar ke Rumah Sakit Bhayangkara di Jayapura. Saat ini, tim dokter di RS Bhayangkara masih melakukan otopsi terhadap jenazah Nicholas untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.



