Dua Remaja di Minahasa Keroyok Teman Sadis, Diduga Kesal Ditinggal ke Pantai
Dua Remaja Keroyok Teman di Minahasa, Diduga Kesal Ditinggal

Dua Remaja di Minahasa Keroyok Teman Secara Sadis, Diduga Kesal Ditinggal ke Pantai

Jakarta - Dua remaja laki-laki berinisial DP (18) dan YA (17) telah ditangkap oleh pihak kepolisian setelah terlibat dalam aksi pengeroyokan yang sadis terhadap teman mereka, RP (20), di wilayah Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut). Insiden ini diduga dipicu oleh rasa kesal pelaku karena ditinggal pergi ke pantai oleh korban tanpa pemberitahuan lebih lanjut.

Kronologi Kejadian Pengeroyokan di Jalan Raya Desa Kayuwatu

Menurut keterangan resmi dari Kasi Humas Polres Minahasa, Noldi Mawuntu, pengeroyokan tersebut terjadi di jalan raya Desa Kayuwatu, Kecamatan Kakas Barat, pada hari Kamis (16/04/2026). Awalnya, korban RP mengajak kedua pelaku, DP dan YA, untuk bersama-sama pergi ke pantai. Kedua remaja itu pun pulang ke rumah masing-masing untuk bersiap-siap.

Namun, setelah selesai bersiap, DP dan YA mendapatkan informasi bahwa RP telah berangkat lebih dulu ke pantai tanpa menunggu mereka. Belakangan diketahui, kedua pelaku dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras (miras) ketika bertemu dengan korban di tengah jalan. Pertemuan ini langsung berujung pada aksi penganiayaan yang brutal.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Detil Aksi Kekerasan yang Dilakukan oleh Pelaku

Noldi Mawuntu menjelaskan bahwa karena sakit hati ditinggal pergi ke pantai, YA langsung memukul korban RP di bagian wajah hingga terjatuh. Saat korban sudah berada di tanah, DP menyusul dengan menginjak bagian dada RP sebanyak beberapa kali. Akibat serangan ini, korban mengalami memar di bagian wajah dan dada, yang menunjukkan tingkat kekerasan yang signifikan.

"DP dan YA melakukan pengeroyokan dengan cara memukul di bagian wajah dan menginjak di bagian dada RP," tegas Noldi Mawuntu dalam pernyataannya, seperti dilaporkan oleh media lokal. Insiden ini menyoroti potensi bahaya dari konflik pribadi di kalangan remaja yang dapat eskalasi menjadi tindak kriminal.

Implikasi dan Tanggapan dari Pihak Berwajib

Polisi telah menangkap kedua pelaku dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif dan kondisi mereka saat kejadian. Kasus ini juga mengingatkan akan pentingnya pengawasan terhadap perilaku remaja, terutama dalam hal konsumsi minuman keras yang dapat memicu kekerasan. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan melaporkan tindak kejahatan serupa kepada pihak berwenang.

Insiden di Minahasa ini menjadi contoh nyata bagaimana emosi yang tidak terkendali, ditambah dengan faktor eksternal seperti alkohol, dapat berakibat fatal. Pendidikan karakter dan pendampingan dari keluarga dinilai krusial untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga