Evakuasi Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar Terkendala Cuaca Buruk
Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan titik serpihan helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air yang hilang kontak di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Meski demikian, proses evakuasi masih mengalami kendala signifikan akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Lokasi Serpihan Ditemukan di Kawasan Hutan Terpencil
Serpihan helikopter tersebut terdeteksi dari udara di kawasan hutan Dusun Hulu Peniti, yang diduga kuat menjadi lokasi jatuhnya pesawat. Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengonfirmasi bahwa temuan ini diperoleh setelah tim udara melakukan penyisiran intensif di lokasi yang dicurigai.
"Setelah melakukan pencarian dan penahanan dua sampai tiga kali, tim udara berhasil menemukan serpihan. Titik awal ini disampaikan langsung oleh Kapten Pilot Puskorma, Abdi Ridho," jelas Junetra dalam konferensi pers di Pontianak pada Kamis (16/4/2026) malam.
Kendala Cuaca Menghambat Proses Evakuasi
Meski titik serpihan telah teridentifikasi, tim evakuasi masih kesulitan bergerak menuju lokasi tepatnya. "Tim udara belum bisa turun karena faktor cuaca yang tidak memungkinkan. Saat ini tim darat sedang berusaha keras mendekati titik koordinat yang telah ditentukan," tambah Junetra.
Tim darat yang berasal dari Pos SAR Sintang dan Kantor SAR Pontianak terus berupaya menembus medan berat menuju lokasi kejadian. Perjalanan darat ini diperkirakan memakan waktu tempuh yang cukup lama, sekitar 5 sampai 6 jam, karena kondisi geografis yang sulit.
Kronologi Hilangnya Helikopter PK-CFX
Informasi awal mengenai hilangnya helikopter ini pertama kali diterima dari AirNav pada pukul 10.40 WIB. Helikopter dengan rute penerbangan dari Melawi menuju Kubu Raya diketahui lepas landas pada pukul 08.34 WIB dan seharusnya tiba di tujuan pada pukul 08.50 WIB. Namun, pesawat dilaporkan hilang kontak selama perjalanan.
Berdasarkan data manifes yang tersedia, helikopter tersebut mengangkut total delapan orang, terdiri dari:
- Dua kru: Capt. Marindra W. (sebagai pilot) dan Harun Arasyid (sebagai EOB)
- Enam penumpang: Patrick K., Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito
Operasi pencarian dan evakuasi terus dilakukan secara intensif meski menghadapi berbagai tantangan, dengan prioritas utama menyelamatkan korban dan mengamankan lokasi kejadian.



