Gelombang panas melanda wilayah Eropa bagian barat, termasuk Prancis. Pemerintah Prancis melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas akibat serangkaian insiden terkait gelombang panas tersebut.
Pernyataan Juru Bicara Pemerintah
Juru bicara pemerintah Prancis, Maud Bregeon, menyatakan kepada stasiun televisi lokal TF1 bahwa terdapat tujuh kematian yang secara langsung atau tidak langsung terkait dengan suhu panas. Dari jumlah tersebut, lima kematian melibatkan insiden tenggelam. Bregeon menambahkan bahwa jumlah kematian dan penyebab spesifik perlu diklarifikasi setelah episode gelombang panas saat ini berakhir.
Dampak Gelombang Panas
Gelombang panas yang melanda Prancis telah mencatat rekor suhu tertinggi di berbagai wilayah. Otoritas Prancis memperkirakan suhu akan meningkat pada Selasa (26/5) waktu setempat, dengan delapan departemen di wilayah barat Prancis telah mengeluarkan peringatan suhu panas level 'oranye' – yang pertama untuk bulan Mei.
Insiden tenggelam terjadi di berbagai daerah, mulai dari Lyon di tenggara hingga pantai Atlantik. Suhu tinggi pada Senin (25/5) mendorong banyak orang mendatangi pantai untuk mendinginkan diri, namun pengawasan penjaga pantai belum aktif di banyak area hingga Juli mendatang.
Waspada Warga
Seorang warga bernama Thomas Dupuy, yang mengunjungi pantai di Anglet bersama dua anaknya, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia sangat berhati-hati karena anak-anaknya belum bisa berenang dan menyadari bahaya arus di pantai Atlantik.
Pemerintah Prancis terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap risiko tenggelam dan sengatan panas.



