Seekor kerbau albino seberat 700 kilogram di Bangladesh yang dijuluki "Donald Trump" batal disembelih saat perayaan Idul Adha 2026. Julukan tersebut diberikan karena kerbau itu memiliki jambul rambut berwarna pirang yang menyerupai ciri khas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Rencana Penyembelihan Dibatalkan
Awalnya, kerbau tersebut direncanakan akan disembelih sebagai bagian dari ibadah Idul Adha 2026. Namun, beberapa jam sebelum waktu penyembelihan tiba, pemerintah setempat turun tangan untuk membatalkan rencana tersebut.
Keputusan ini diambil setelah pihak berwenang mempertimbangkan keunikan kerbau albino tersebut yang menjadi perhatian publik. Belum ada pernyataan resmi mengenai nasib kerbau selanjutnya, namun banyak pihak berharap hewan tersebut dapat dilindungi dan tidak lagi menjadi objek penyembelihan.
Reaksi Masyarakat
Berita pembatalan ini mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan, terutama dari para pegiat hak-hak binatang. Mereka mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai humanis dan peduli terhadap hewan langka.
Sementara itu, sebagian masyarakat tetap menghormati tradisi Idul Adha namun juga mendukung perlindungan terhadap hewan-hewan unik seperti kerbau albino ini.



