Jika memiliki stok daging kurban yang cukup banyak di rumah, pastikan Anda menyimpannya dengan cara yang benar agar daging tetap awet dan tidak rusak. Demikian disampaikan oleh Sous Chef InterContinental Jakarta Pondok Indah, Komeng, saat ditemui Kompas.com di InterContinental Jakarta Pondok Indah pada Kamis (21/5/2026).
Jangan Mencuci Daging dengan Air
Menurut Chef Komeng, kesalahan umum yang sering dilakukan adalah mencuci daging kurban dengan air sebelum disimpan. "Kalau mau disimpan, daging kurban jangan kena air, itu akan berbahaya," ujarnya. Air dapat membuat daging lembap dan menjadi tempat berkembang biak bakteri, sehingga mempercepat kerusakan.
Dua Cara Menyimpan Daging Kurban
Chef Komeng menjelaskan bahwa ada dua cara menyimpan daging kurban di rumah, yaitu dalam keadaan sudah dimarinasi dan dalam keadaan belum dimarinasi. Kedua metode ini memiliki kelebihan tersendiri tergantung kebutuhan Anda.
- Menyimpan daging dalam keadaan belum dimarinasi: Potong daging sesuai ukuran yang diinginkan, lalu bungkus rapat dengan plastik wrap atau masukkan ke dalam wadah kedap udara. Simpan di dalam freezer. Cara ini memudahkan Anda untuk mengolah daging sesuai selera nantinya.
- Menyimpan daging dalam keadaan sudah dimarinasi: Marinasi daging dengan bumbu favorit Anda terlebih dahulu, kemudian simpan dalam wadah tertutup di freezer. Daging yang sudah dimarinasi akan lebih praktis saat akan dimasak, karena bumbu sudah meresap.
Tips Tambahan
Pastikan daging yang akan disimpan dalam kondisi segar dan tidak terkontaminasi. Gunakan wadah atau plastik yang bersih dan kedap udara untuk mencegah freezer burn. Beri label tanggal penyimpanan agar Anda bisa mengatur konsumsi daging secara bergilir.
Dengan menerapkan tips dari Chef Komeng, daging kurban Anda bisa bertahan lebih lama dan tetap berkualitas saat diolah menjadi hidangan lezat.



