Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mencatat sebanyak 203 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) sejak Januari hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, delapan kasus di antaranya diderita oleh balita. Temuan ini tersebar di sejumlah puskesmas di wilayah Kabupaten Tangerang.
Distribusi Kasus HIV di Puskesmas
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menyatakan bahwa kasus HIV paling banyak ditemukan di Puskesmas Curug, Puskesmas Kelapa Dua, Kosambi, dan Cikupa. Namun, puskesmas lainnya juga melaporkan adanya temuan kasus. "Ada 203 kasus itu paling banyak ditemukan di Puskesmas Curug, Puskesmas Kelapa Dua, Kosambi, kemudian Cikupa. Tapi masing-masing puskesmas lainnya itu ada temuan kasus juga," ujar Hendra, Rabu (3/6/2026).
Mayoritas Kasus pada Usia Produktif
Dari 203 kasus tersebut, mayoritas sebanyak 167 kasus diderita oleh usia produktif. Sementara itu, 28 kasus ditemukan pada remaja, dan delapan kasus pada balita. "Usia produktif paling banyak, itu ada 167 kasus, dan untuk remaja itu ada 28 kasus baru yang ditemukan, dan balita ada delapan kasus," jelas Hendra.
Penyebab Penularan HIV
Hendra menjelaskan bahwa penularan HIV pada usia produktif dan remaja terutama disebabkan oleh penggunaan jarum suntik, hubungan intim, dan hubungan seksual menyimpang. Sementara itu, kasus pada balita terjadi karena orang tua mereka juga merupakan penderita HIV. "Sementara kasus yang ditemukan pada balita itu dikarenakan orang tuanya juga merupakan penderita HIV," kata Hendra.
Upaya Pencegahan
Dinkes Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan pengaman dan berhubungan seksual hanya dengan pasangan yang sah secara kenegaraan guna menekan angka HIV. Selain itu, bagi yang sudah terinfeksi, disarankan untuk minum obat secara teratur agar HIV tidak berkembang menjadi AIDS. "Kemudian juga jika terjangkit, minum obat yang teratur, agar HIV-nya tidak sampai ke tahap AIDS," pungkas Hendra.



