KOMPAS.com - Gangguan kesuburan pada pria masih menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi yang kerap tidak disadari hingga pasangan kesulitan mendapatkan keturunan. Kondisi ini tidak selalu menunjukkan gejala yang jelas, sehingga sering baru terdeteksi saat menjalani pemeriksaan kesuburan.
Faktor Penyebab Gangguan Kesuburan Pria
Padahal, sejumlah faktor medis maupun gaya hidup dapat berperan terhadap kualitas sperma dan kemampuan reproduksi pria. Salah satu penyebab yang paling sering ditemukan adalah kondisi pada pembuluh darah di area skrotum, yang dikenal sebagai varikokel. Varikokel terjadi ketika pembuluh darah di dalam skrotum membesar, mirip dengan varises di kaki. Kondisi ini dapat meningkatkan suhu di sekitar testis dan mengganggu produksi sperma.
Penyebab Lain yang Perlu Diwaspadai
Selain varikokel, gangguan kesuburan pada pria juga bisa disebabkan oleh infeksi, gangguan hormonal, kelainan genetik, atau efek samping pengobatan tertentu. Faktor gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, dan paparan bahan kimia beracun juga berkontribusi terhadap penurunan kualitas sperma. Stres dan kurangnya aktivitas fisik pun dapat memengaruhi kesuburan pria.
Pentingnya Pemeriksaan Dini
Mengingat gangguan kesuburan pria sering tidak bergejala, pemeriksaan dini sangat dianjurkan bagi pasangan yang merencanakan kehamilan. Analisis sperma adalah langkah awal yang umum dilakukan untuk menilai jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma. Dengan deteksi dini, penyebab infertilitas dapat diidentifikasi dan ditangani lebih cepat, sehingga meningkatkan peluang untuk mendapatkan keturunan.
Baca juga: Tanda Gangguan Kesuburan pada Perempuan



