Aktor Tara Basro memilih cara yang unik dan penuh makna untuk mengenang mendiang Vidi Aldiano. Alih-alih sekadar kata-kata, ia menuangkan rasa kehilangannya ke dalam sebuah karya sederhana namun sarat arti: sebuah buku Yasin yang dibuat khusus.
Karya Khusus untuk Peringatan 40 Hari
Buku Yasin ini dirancang khusus untuk memperingati 40 hari wafat Vidi Aldiano. Konsepnya tidak hanya berfungsi sebagai media doa, tetapi juga sebagai ruang untuk menyimpan kenangan-kenangan personal tentang sosok Vidi. Tara Basro mengungkapkan bahwa sejak awal, ia ingin menghadirkan sesuatu yang benar-benar merepresentasikan sosok Vidi dengan cara yang autentik dan bermakna.
Ungkapan Hati di Media Sosial
Dalam unggahan Instagram Story yang diposting pada Selasa, 21 April 2026, Tara Basro menuliskan perasaannya dengan kalimat yang menyentuh. "Mimpi apa gue harus bikin buku Yasin tapi ada nama lo di dalamnya," tulisnya, mengungkapkan dorongan hati untuk menciptakan karya ini sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Keputusan Tara untuk membuat buku Yasin khusus ini menunjukkan betapa dalamnya ikatan emosional yang terjalin antara kedua selebritas tersebut. Buku tersebut tidak hanya menjadi alat ibadah, tetapi juga transformasi fisik dari kenangan-kenangan yang mungkin sulit diungkapkan dengan kata-kata biasa.
Dalam tradisi Islam, peringatan 40 hari wafat seseorang sering kali dianggap sebagai momen penting untuk mendoakan almarhum. Dengan membuat buku Yasin khusus ini, Tara Basro tidak hanya mengikuti tradisi tersebut, tetapi juga memberikan sentuhan personal yang membuat doa-doa yang dipanjatkan menjadi lebih bermakna dan terasa lebih dekat dengan sosok Vidi Aldiano.
Karya ini juga mencerminkan bagaimana seni dan spiritualitas dapat bersatu dalam mengekspresikan duka. Buku Yasin buatan Tara Basro kemungkinan akan menjadi benda berharga yang tidak hanya berfungsi religius, tetapi juga sebagai artefak emosional yang mengabadikan hubungan khusus antara dua insan seni Indonesia.



