Selebgram Shegan Minta Maaf Usai Video Kampanye Produk Manfaatkan Nama Lisa BLACKPINK
Shegan Minta Maaf Usai Video Kampanye Manfaatkan Nama Lisa BLACKPINK

Selebgram Shegan Minta Maaf Usai Video Kampanye Produk Manfaatkan Nama Lisa BLACKPINK

Selebgram Shella Ganiswara, yang lebih dikenal dengan nama Shegan, secara resmi meminta maaf kepada publik. Permintaan maaf ini disampaikan setelah video kampanye produk kecantikan yang dibuatnya menjadi viral di media sosial dan menuai sorotan tajam.

Video Viral yang Menjadi Sorotan di Indonesia dan Thailand

Video tersebut, yang awalnya dirilis sebagai bagian dari kampanye pemasaran untuk sebuah produk kecantikan, dengan cepat menyebar dan menarik perhatian luas. Tidak hanya ramai diperbincangkan di Indonesia, konten ini juga menjadi bahan pembicaraan di Thailand, negara asal Lisa BLACKPINK, anggota grup K-pop ternama tersebut.

Dalam video itu, Shegan tampil dengan gaya dan riasan yang sengaja dibuat mirip dengan Lisa BLACKPINK. Dia juga membawa sebuah papan yang bertuliskan "Lisa BLACKPINK Pernah Dimakeupin Di sini", sebuah klaim yang langsung memicu kontroversi dan pertanyaan dari banyak pihak.

Kampanye yang Memanfaatkan Kemiripan dan Nama Besar

Semua berawal dari strategi kampanye produk kecantikan yang memanfaatkan kemiripan fisik Shegan dengan Lisa BLACKPINK. Dengan meniru penampilan dan gaya idol K-pop tersebut, Shegan berusaha menarik perhatian pengikut dan konsumen potensial.

Namun, penggunaan nama Lisa BLACKPINK secara langsung dalam kampanye ini dianggap oleh banyak netizen sebagai tindakan yang tidak etis dan berpotensi melanggar hak cipta atau hak publikasi. Sorotan semakin intens ketika video itu menyebar hingga ke Thailand, di mana penggemar Lisa BLACKPINK sangat banyak dan reaksinya pun cukup keras.

Permintaan Maaf dan Dampak yang Ditimbulkan

Menyadari besarnya reaksi negatif yang muncul, Shegan akhirnya mengambil langkah untuk meminta maaf. Dalam permintaannya, dia mengakui bahwa video tersebut mungkin telah menimbulkan kesalahpahaman dan ketidaknyamanan, terutama bagi penggemar Lisa BLACKPINK dan masyarakat umum.

Insiden ini menyoroti pentingnya etika dalam kampanye pemasaran di era digital, di mana penggunaan nama selebritas atau figur publik tanpa izin dapat dengan cepat berubah menjadi skandal viral. Shegan berharap permintaan maafnya dapat meredakan ketegangan dan mengingatkan para kreator konten lainnya untuk lebih berhati-hati dalam menyusun strategi promosi.