JAKARTA – Pihak Sarwendah memberikan tanggapan atas tuduhan Ruben Onsu yang menyatakan bahwa ia dipersulit untuk bertemu dengan anak-anak mereka. Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu dan Abraham Simon, Sarwendah justru mengungkapkan bahwa Ruben Onsu sudah tidak lagi membayar biaya pendidikan anak sejak akhir tahun 2025.
Fakta di Balik Tuduhan
Dalam akta perjanjian pasca perceraian, Ruben Onsu telah sepakat untuk menanggung seluruh biaya pendidikan anak-anak mereka hingga lulus perguruan tinggi. Namun, menurut keterangan kuasa hukum Sarwendah, kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. “Fakta yang terjadi, walaupun sudah ada kesepakatan terkait anak, klien kami sejak akhir tahun 2025 hingga tahun 2026 tidak menerima pembayaran biaya pendidikan dari Ruben Onsu,” ujar Chris Sam Siwu dalam konferensi pers.
Kronologi dan Dampak
Ketidakpatuhan terhadap kesepakatan ini tentu berdampak pada kelangsungan pendidikan anak-anak. Sarwendah mengaku harus menanggung sendiri biaya sekolah dan kebutuhan pendidikan lainnya. Ia berharap Ruben Onsu segera merealisasikan kewajibannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama.
- Ruben Onsu disebut tidak membayar biaya pendidikan sejak akhir 2025.
- Kesepakatan awal mewajibkan Ruben membiayai hingga lulus kuliah.
- Sarwendah terpaksa menanggung biaya pendidikan anak seorang diri.
Pihak Sarwendah juga menegaskan bahwa tuduhan Ruben Onsu mengenai akses bertemu anak adalah tidak benar. Mereka mengklaim selalu membuka pintu komunikasi dan tidak pernah menghalangi Ruben untuk bertemu dengan anak-anak.



