Nama Euis Darliah pernah begitu besar di industri musik Indonesia pada era 1980-an. Penyanyi lagu legendaris "Apanya Dong" itu dikenal sebagai salah satu lady rocker paling populer pada masanya. Namun, di balik popularitasnya, Euis ternyata harus menjalani kehidupan yang benar-benar berbeda setelah memutuskan pindah ke Swedia pada 1989.
Kehidupan Baru di Swedia
Alih-alih hidup glamor di luar negeri, Euis justru menghadapi perjuangan panjang untuk bisa bertahan hidup dan beradaptasi di negara baru. Saat pertama kali tiba di Swedia, ia mengaku sempat berpikir kehidupan di luar negeri akan terasa mudah dan menyenangkan. Kenyataannya jauh berbeda.
Euis harus bersekolah bahasa selama dua tahun untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Proses adaptasi tidaklah mudah, terutama karena perbedaan budaya dan cuaca yang ekstrem. Ia juga harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, jauh dari gemerlap panggung yang dulu ia nikmati.
Perjuangan Bertahan Hidup
Meskipun pernah menjadi bintang besar, Euis tidak segan melakukan pekerjaan apa pun untuk bertahan hidup. Ia bekerja di berbagai bidang, mulai dari menjadi asisten rumah tangga hingga bekerja di pabrik. Semua dilakukan dengan penuh ketekunan dan semangat pantang menyerah.
Kini, Euis telah berhasil membangun kehidupan baru di Swedia. Ia tetap menjalin hubungan dengan Indonesia dan sesekali bernostalgia dengan musik yang membesarkan namanya. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa kesuksesan tidak selalu diukur dari gemerlap panggung, tetapi juga dari kemampuan beradaptasi dan bertahan dalam situasi sulit.



