Denada Buka Suara Soal Putra yang Dikira Disembunyikan, Ceritakan Perjuangan
Denada Buka Suara Soal Putra, Ceritakan Perjuangan

Denada Akhirnya Buka Suara Soal Keberadaan Putranya yang Selama Ini Dianggap Disembunyikan

Penyanyi Denada untuk pertama kalinya secara terbuka membicarakan kehadiran putranya, Ressa Rizky Rossano, yang selama ini identitasnya seolah disembunyikan dari publik. Dalam sebuah wawancara yang penuh emosi, Denada dengan tegas membantah tudingan bahwa dirinya telah menelantarkan Ressa.

Tangis Haru Saat Mengenang Perjuangan di Era Awal 2000-an

Denada tidak bisa menahan air matanya ketika menceritakan perjuangan berat yang dihadapinya di awal tahun 2000-an. Saat itu, ia memilih untuk mempertahankan kehamilannya meski harus siap menanggung segala risiko, termasuk memiliki anak tanpa didampingi oleh seorang suami.

"Pada saat itu agak berbeda ya dengan situasinya sekarang," ungkap Denada dalam acara Feni Rose Official. "Aku melihat sekarang bahwa masyarakat kita mungkin sudah jauh lebih bisa permisif terhadap itu. Tapi sekian puluh tahun yang lalu, keadaannya jauh berbeda," jelasnya dengan suara bergetar.

Ia menekankan bahwa keputusannya untuk tidak banyak membicarakan Ressa ke publik bukan berarti ia mengabaikan atau menyembunyikan anaknya. Denada justru ingin melindungi privasi putranya dari sorotan media yang bisa saja berdampak negatif pada perkembangan sang anak.

Perbedaan Persepsi Masyarakat dari Masa ke Masa

Denada mengakui bahwa pandangan masyarakat terhadap isu seperti yang dialaminya telah mengalami perubahan signifikan. Dulu, menjadi seorang ibu tunggal dianggap sebagai sebuah aib dan sering kali mendapat stigma negatif dari lingkungan sekitar.

Saat ini, menurutnya, masyarakat sudah lebih terbuka dan memahami berbagai dinamika kehidupan keluarga. Namun, ia mengingatkan bahwa perjuangan yang dilaluinya dulu tidaklah mudah dan penuh dengan tantangan sosial serta ekonomi.

Dengan membuka kisahnya, Denada berharap bisa memberikan inspirasi dan dukungan bagi perempuan lain yang mungkin menghadapi situasi serupa. Ia ingin menunjukkan bahwa menjadi seorang ibu tunggal bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah perjalanan hidup yang penuh makna dan keberanian.