Aktor Pengisi Suara Giant dan Plankton, Salman Borneo Meninggal Dunia di Subang
Salman Borneo, Pengisi Suara Giant dan Plankton Meninggal

Aktor Pengisi Suara Giant dan Plankton, Salman Borneo Meninggal Dunia di Subang

Dunia hiburan Indonesia kembali berduka dengan meninggalnya salah satu aktor pengisi suara ternama, Salman Borneo. Pria yang dikenal sebagai pengisi suara karakter Giant dan Plankton dalam berbagai produksi animasi tersebut menghembuskan napas terakhir pada Rabu (15/4/2026), pukul 02.36 WIB di Subang, Jawa Barat.

Konfirmasi dari Rekan Sesama Artis Pengisi Suara

Kabar meninggalnya Salman Borneo telah dikonfirmasi oleh rekan sesama artis pengisi suara, Mirna Haryati. Mirna, yang dikenal sebagai pengisi suara animasi Unyil dan karakter Uzumaki Naruto, memberikan pernyataan resmi mengenai kepergian Salman.

"Betul, kemarin (meninggal), jam 2.36 pagi, di Subang," kata Mirna Haryati kepada media pada Kamis (16/4/2026). Pernyataan ini menegaskan informasi yang sebelumnya beredar mengenai kondisi terakhir Salman Borneo.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kontribusi dalam Dunia Hiburan Indonesia

Salman Borneo telah memberikan kontribusi signifikan dalam industri hiburan Indonesia, khususnya di bidang pengisian suara. Beberapa peran ikonik yang diembannya antara lain:

  • Karakter Giant: Suaranya yang khas menghidupkan sosok raksasa dalam berbagai serial animasi.
  • Karakter Plankton: Memberikan nuansa unik pada tokoh antagonis dalam produksi animasi populer.

Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi rekan-rekan seprofesi dan penggemar setia yang telah menikmati karya-karyanya selama bertahun-tahun. Dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu talenta berbakat di bidang pengisian suara.

Informasi lebih lanjut mengenai penyebab kematian dan rencana pemakaman belum diumumkan secara resmi oleh keluarga. Masyarakat diharapkan dapat menghormati privasi keluarga yang sedang berduka.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga