John Tobing, Pencipta Lagu Legendaris 'Darah Juang', Meninggal Dunia di Yogyakarta
Kabar duka menyelimuti dunia musik perjuangan Indonesia. John Tobing, sosok di balik lagu legendaris 'Darah Juang', telah menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (26/2/2025) pukul 20.45 WIB. Kepergiannya terjadi di Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, menandai akhir dari perjalanan seorang pencipta yang karyanya telah menginspirasi banyak generasi.
Gelombang Duka dari Komunitas Musik
Meninggalnya John Tobing langsung memicu gelombang duka yang dalam dari berbagai kalangan, terutama musisi dan komunitas punk di Tanah Air. Sosoknya dikenal luas melalui karya ikonik 'Darah Juang', yang telah menjadi simbol perjuangan dan semangat perlawanan dalam musik Indonesia. Banyak yang mengenangnya sebagai figur yang rendah hati namun memiliki pengaruh besar dalam dunia musik alternatif.
Vokalis band Marjinal, Mike, turut menyampaikan belasungkawa melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, Mike menulis, 'RIP RIP, Johnsony Maharsak Lumban Tobing pencipta lagu 'Darah Juang'.' Ungkapan ini mencerminkan rasa hormat dan duka yang mendalam dari sesama musisi terhadap kontribusi John Tobing.
Warisan Lagu yang Abadi
Lagu 'Darah Juang' sendiri telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya musik Indonesia, terutama di kalangan aktivis dan komunitas yang mengusung semangat perjuangan. John Tobing, dengan nama lengkap Johnsony Maharsak Lumban Tobing, menciptakan lagu ini sebagai bentuk ekspresi akan nilai-nilai kebebasan dan perlawanan terhadap ketidakadilan.
Sebelum meninggal, John Tobing sempat menyampaikan pesan penting terkait lagu karyanya. Ia menegaskan bahwa 'Darah Juang' bebas dinyanyikan oleh siapa saja, tanpa batasan atau hak cipta yang ketat. Pesan ini menunjukkan komitmennya pada semangat berbagi dan aksesibilitas dalam seni, yang sejalan dengan nilai-nilai yang diusung dalam lagu tersebut.
Kepergian John Tobing meninggalkan warisan yang tak ternilai. Meski fisiknya telah tiada, lagu 'Darah Juang' akan terus bergema, mengingatkan kita pada semangat juang dan kontribusi seorang seniman yang sederhana namun berdampak besar. Dunia musik Indonesia kehilangan salah satu pencipta terbaiknya, namun karyanya akan tetap hidup dalam hati banyak orang.