Film Indonesia 'Perjalanan Pertama' Sukses Tayang di Saluran Televisi Turkiye TRT2
Film asal Indonesia yang berjudul Perjalanan Pertama telah berhasil tayang di saluran televisi Turkiye, yaitu TRT2. Pencapaian ini menandai langkah signifikan dalam ekspansi industri perfilman Indonesia ke pasar internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Eropa.
Diawali dari Festival Sufi Sinema di Konya
Sebelum tayang di televisi Turkiye, film ini pertama kali diputar secara terbatas pada Sufi Sinema Festival yang diadakan di kota Konya, Turkiye, pada tahun 2025. Pemutaran di festival tersebut ternyata mendapatkan sambutan yang sangat positif dari penonton dan kritikus setempat, yang kemudian memicu permintaan untuk pemutaran dalam skala yang lebih luas di kalangan masyarakat Turkiye.
Menurut Dendi Reynaldo, selaku produser dari Mahakarya Pictures, dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan pada Senin, 20 April 2026, respons awal dari festival ini sangat menggembirakan. "Awalnya saat ditayangkan di festival, film kami dapat sambutan yang baik, dan kemudian beberapa distributor film di kawasan Timur Tengah menghubungi kita untuk menyatakan ketertarikan mereka," ujarnya.
Minat Distributor Timur Tengah dan Potensi Ekspansi
Ketertarikan dari distributor film di Timur Tengah ini menunjukkan bahwa Perjalanan Pertama tidak hanya berhasil menarik perhatian di Turkiye, tetapi juga membuka peluang untuk distribusi yang lebih luas di kawasan tersebut. Hal ini bisa menjadi pintu masuk bagi film-film Indonesia lainnya untuk menjangkau pasar global yang lebih beragam.
Dengan tayangnya film ini di TRT2, sebuah saluran televisi nasional Turkiye yang memiliki jangkauan luas, diharapkan dapat meningkatkan visibilitas dan apresiasi terhadap karya sinematografi Indonesia di mata internasional. Pencapaian ini juga mencerminkan upaya keras dari para sineas lokal dalam menciptakan konten yang mampu bersaing dan diterima di luar negeri.
Keberhasilan Perjalanan Pertama ini diharapkan dapat memotivasi industri perfilman Indonesia untuk terus berinovasi dan memperluas jaringan distribusi ke berbagai negara, sehingga budaya dan cerita Indonesia dapat lebih dikenal secara global.



