Aktor ternama Hollywood, Ethan Hawke, baru-baru ini membuka suara tentang pengalaman menantang yang ia alami saat terlibat dalam pembuatan film terbarunya berjudul Blue Moon. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Hawke mengungkap bahwa tantangan terberat yang ia hadapi bukanlah sekadar mendalami karakter yang diperankannya, melainkan proses menghafal dialog dalam jumlah yang sangat besar.
Dialog yang 'Memecahkan Otak'
Hawke menggambarkan pengalaman menghafal dialog tersebut dengan istilah yang cukup dramatis, yaitu sampai "memecahkan otak". Ungkapan ini mencerminkan intensitas dan kompleksitas naskah yang harus ia kuasai untuk film arahan sutradara Richard Linklater tersebut.
Setting Film yang Unik
Blue Moon mengambil latar waktu pada satu malam di tahun 1943, tepatnya di sebuah bar yang berlokasi di New York. Film ini berlangsung secara real time, artinya durasi cerita sesuai dengan waktu sebenarnya yang dialami para karakter.
Hampir seluruh adegan dalam film ini terjadi di satu lokasi utama, yaitu bar tersebut, dengan percakapan intens yang mendominasi alur cerita. Hal ini menuntut para pemain, termasuk Hawke, untuk benar-benar menguasai dialog mereka agar dapat menyampaikan emosi dan dinamika cerita dengan maksimal.
Kesulitan Tambahan dalam Produksi
Dengan setting yang terbatas pada satu lokasi dan dominasi percakapan, tekanan pada akting dan hafalan dialog menjadi sangat tinggi. Hawke menekankan bahwa tantangan ini tidak hanya secara teknis, tetapi juga secara emosional, karena ia harus menjaga konsistensi performa sepanjang film.
Meskipun menghadapi kesulitan tersebut, Hawke mengaku bahwa pengalaman ini justru memperkaya kemampuan aktingnya. Ia berharap penonton dapat merasakan hasil kerja kerasnya saat Blue Moon dirilis nanti.
