Aktivis Sindrom Tourette Kecewa pada BAFTA, Klaim Janji Edit Umpatan Tak Ditepati
Aktivis Tourette Kecewa pada BAFTA, Janji Edit Umpatan Dilanggar

Aktivis Sindrom Tourette Ungkap Kekecewaan Mendalam pada Penyelenggara BAFTA

John Davidson, seorang aktivis sindrom Tourette (TS), secara terbuka menyatakan kekecewaannya pada British Academy Film Awards (BAFTA) terkait perlakuan yang dia alami selama menghadiri acara penghargaan bergengsi tersebut. Davidson hadir di upacara BAFTA karena film I Swear, yang terinspirasi dari kisah hidup pribadinya, dinominasikan untuk sejumlah kategori penghargaan.

Insiden Selama Acara dan Klaim Janji yang Tak Ditepati

Selama acara berlangsung, Davidson terdengar berteriak beberapa kali sebelum akhirnya memutuskan untuk meninggalkan auditorium lebih awal dari jadwal. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan majalah Variety, Davidson mengungkapkan bahwa pihak BAFTA sebelumnya telah memberikan jaminan kepadanya.

"BAFTA telah memberitahuku bahwa setiap kata-kata kasar yang mungkin keluar akibat sindrom Tourette akan diedit dari siaran televisi," ujar Davidson. Namun, kenyataannya justru berbanding terbalik dengan janji tersebut. Davidson menegaskan bahwa apa yang dijanjikan tidak ditepati oleh penyelenggara.

Insiden ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh individu dengan sindrom Tourette dalam acara publik besar, di mana kondisi neurologis mereka sering kali disalahpahami atau tidak diakomodasi dengan baik. Davidson, melalui pengalamannya, berharap kejadian ini dapat meningkatkan kesadaran tentang kebutuhan akan perlakuan yang lebih inklusif dan sensitif di industri hiburan.

Film I Swear, yang menjadi alasan kehadirannya, menggambarkan perjuangan hidup dengan sindrom Tourette dan telah menerima pujian kritis atas representasinya yang autentik. Nominasi film ini di BAFTA seharusnya menjadi momen kebanggaan, namun ternoda oleh pengalaman negatif yang dialami Davidson.