Sekitar 90 persen komoditas dunia dikirim melalui jalur laut. Namun, perjalanan kapal-kapal raksasa ini tidaklah gratis. Di beberapa titik sempit yang disebut choke points, kapal harus merogoh kocek hingga miliaran rupiah hanya untuk sekali melintas.
Sistem Pajak Jalan Laut
Sistem "pajak jalan laut" ini terbagi menjadi dua kategori besar, yaitu jalur buatan yang legal memungut biaya, dan jalur alami yang secara internasional wajib bebas biaya namun kini mulai dikomersialkan secara sepihak. Berikut adalah rincian jalur-jalur laut paling krusial tersebut.
Jalur Buatan Berbayar
- Terusan Suez: Menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania. Biaya lintas mencapai ratusan juta dolar per kapal.
- Terusan Panama: Menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik. Tarif lintas sangat tinggi, terutama untuk kapal besar.
Jalur Alami yang Dikomersialkan
- Selat Malaka: Jalur tersibuk di dunia, namun beberapa negara mulai menerapkan pungutan ilegal.
- Selat Hormuz: Pintu gerbang minyak dunia, sering dikenakan biaya politik dan keamanan.
Dengan volume perdagangan global yang terus meningkat, biaya lintas di jalur-jalur ini menjadi beban besar bagi industri pelayaran dan pada akhirnya berdampak pada harga komoditas di pasar dunia.



