Kesal Tak Dapat Gurame, Pemancing Banting Ikan Sapu-Sapu di Setu Babakan
Pintu Air Outlet Setu Babakan di Jakarta Selatan telah lama menjadi spot favorit bagi para pemancing warga. Sejak pagi, mereka berjejer rapi, menunggu dengan sabar sambil melempar jaring atau kail ke dalam air. Namun, bagi Marno, salah satu pemancing yang datang sejak pukul 8 pagi, hari itu justru membawa kekecewaan. Alih-alih mendapatkan ikan gurame atau ikan mas yang biasa ia tangkap, yang terpancing justru belasan ekor ikan sapu-sapu.
Kekecewaan Marno dan Aksi Membanting Ikan
"Biasanya ikan gurame, terus ikan mas, juga ada," ungkap Marno kepada Liputan6.com pada Sabtu, 18 April 2026. Ia menjelaskan bahwa hingga siang hari, jumlah ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkapnya mencapai sekitar 14 ekor. Frustrasi dengan hasil yang tidak diharapkan, Marno tak segan meluapkan kekesalannya. Ikan sapu-sapu yang nyangkut di kailnya dibantingnya ke tanah. Namun, aksi itu tampaknya tidak cukup, karena ikan tersebut masih terlihat bergerak. Bahkan, ia sempat mematahkan bagian sirip ikan, tetapi ikan itu tetap bertahan hidup.
Pengalaman Marno ini mencerminkan keluhan umum di kalangan pemancing di Setu Babakan, di mana ikan sapu-sapu sering kali menjadi tangkapan yang tidak diinginkan. Ikan ini dikenal sebagai spesies invasif yang dapat mengganggu ekosistem perairan lokal.
Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Jakarta
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta telah melaksanakan operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota. Operasi ini digelar pada Jumat, 17 April 2026, dari pukul 7.30 hingga 11.00 WIB. Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, hasil tangkapan dalam kegiatan tersebut sangat signifikan.
Total ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap mencapai 68.880 ekor, dengan berat keseluruhan 6.979,5 kilogram atau setara 6,98 ton. Hasudungan menekankan bahwa Jakarta Selatan menjadi penyumbang terbesar, dengan tangkapan sebanyak 63.600 ekor atau sekitar 5,3 ton. Operasi ini terpusat di Pintu Air Outlet Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa.
Faktor yang mendorong banyaknya tangkapan di wilayah tersebut adalah jangkauan perairan yang luas serta populasi ikan sapu-sapu yang tinggi. "Karena indikasi dan laporan masyarakat populasi ikan tersebut banyak di sana, di samping itu perairannya luas," jelas Hasudungan. Operasi ini merupakan bagian dari upaya pengendalian spesies invasif untuk menjaga keseimbangan ekosistem di perairan Jakarta.
Dampak dan Tantangan ke Depan
Kejadian yang dialami Marno dan operasi penangkapan besar-besaran oleh Pemprov DKI menyoroti masalah lingkungan yang serius. Ikan sapu-sapu, yang sering dianggap sebagai hama, dapat mengurangi populasi ikan lokal seperti gurame dan mas. Hal ini tidak hanya memengaruhi kegiatan memancing warga, tetapi juga berpotensi mengganggu rantai makanan di perairan.
Para ahli menyarankan perlunya langkah-langkah berkelanjutan untuk mengatasi ledakan populasi ikan sapu-sapu. Selain operasi penangkapan, edukasi kepada masyarakat tentang dampak negatif spesies ini juga penting. Dengan demikian, diharapkan ekosistem perairan di Setu Babakan dan sekitarnya dapat kembali seimbang, serta pemancing seperti Marno tidak lagi kecewa dengan tangkapan yang tidak diinginkan.



