Fenomena karier singkat pekerja Generasi Z (Gen Z) menjadi sorotan tajam di dunia kerja global. Stigma yang berkembang adalah Gen Z kurang tangguh dan mudah menyerah. Namun, survei terbaru dari Intelligent.com mengungkapkan fakta sebaliknya: banyak perusahaan justru memecat pekerja Gen Z meski mereka baru bekerja.
Enam dari Sepuluh Perusahaan Memecat Gen Z
Survei tersebut menunjukkan bahwa dalam hitungan bulan, enam dari 10 perusahaan tidak ragu memutus kontrak kerja para Gen Z. Hal ini membantah anggapan bahwa Gen Z malas atau kurang terampil. Penyebab utamanya adalah benturan budaya kerja yang signifikan antara generasi ini dengan lingkungan perusahaan.
Benturan Budaya Kerja sebagai Penyebab Utama
Banyak perusahaan memiliki ekspektasi dan norma yang berbeda dengan nilai-nilai yang dianut Gen Z. Perbedaan dalam gaya komunikasi, fleksibilitas waktu, dan penggunaan teknologi seringkali menjadi pemicu konflik. Akibatnya, perusahaan lebih memilih memutus hubungan kerja daripada melakukan adaptasi.
Fenomena ini menunjukkan perlunya dialog dan penyesuaian dari kedua belah pihak agar tercipta lingkungan kerja yang inklusif dan produktif bagi semua generasi.



