Sebanyak 10 kendaraan mengalami pecah ban secara beruntun di ruas Tol Jagorawi akibat kondisi jalan yang rusak. Insiden ini menjadi sorotan setelah rekamannya beredar luas di media sosial. Pihak Jasa Marga menyebutkan, dari total pengguna jalan yang terdampak, baru lima orang yang mengajukan klaim ganti rugi, sementara lainnya masih dalam proses atau tidak melanjutkan klaim.
Kronologi Kejadian
Laporan awal diterima pada pukul 17.40 WIB. Petugas langsung melakukan penelusuran jalur dan pemeriksaan kondisi perkerasan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan pengguna jalan. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah kendaraan berhenti di bahu jalan Tol Jagorawi arah Bogor dengan kondisi ban rusak. Saat kejadian, hujan deras tengah mengguyur kawasan tersebut, sementara petugas tol dan kepolisian terlihat melakukan penanganan di lokasi.
Pernyataan Jasa Marga
Panji Satriya, perwakilan Jasa Marga, menyatakan bahwa hingga saat ini tercatat 10 pengguna jalan yang mengalami pecah ban dalam periode waktu berdekatan. Namun hanya lima pengguna jalan yang mengajukan klaim. Sebagian pengguna jalan lainnya hanya mengalami kerusakan ringan dan telah mendapatkan penanganan langsung dari petugas di lokasi. Ia memastikan bahwa seluruh korban telah dihubungi, dan proses administrasi bagi yang mengajukan klaim sedang dilengkapi.
Menurut Panji, kejadian ini dipicu oleh kerusakan pada perkerasan jalan. Perbaikan terhadap sejumlah titik yang rusak telah dilakukan untuk mencegah insiden serupa terulang. Selain itu, pengawasan kondisi jalan tol juga diperketat, terutama saat cuaca hujan yang berpotensi mempercepat kerusakan permukaan jalan. Jasa Marga berkomitmen untuk terus mengevaluasi layanan dan melakukan langkah-langkah perbaikan. Seluruh titik yang teridentifikasi telah diperbaiki dan ke depannya akan dilakukan pengawasan lebih ketat pada seluruh lajur jalan tol.
Langkah Selanjutnya
Senior Manager Representative Office 1 Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division, Alvin Andituahta Singarimbun, menambahkan bahwa laporan awal diterima sekitar pukul 17.40 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung melakukan penelusuran jalur dan pemeriksaan kondisi perkerasan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan pengguna jalan. Jasa Marga juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan pengguna jalan tol.



