Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan durasi cukup lama yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada Senin, 4 Mei 2026. Fenomena ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor, serta gelombang tinggi di perairan sekitar.
Wilayah Terdampak Hujan Durasi Panjang
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Defri Mendoza, menyampaikan bahwa hujan ringan hingga sedang dalam durasi lama berpotensi terjadi di lereng barat, pantai barat, dan lereng timur Sumatera Utara. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologis. Pada pagi hari, hujan ringan diperkirakan terjadi di wilayah Kepulauan Nias. Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan hingga sedang berpotensi meluas ke sebagian besar wilayah Sumatera Utara.
Beberapa daerah yang diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang antara lain Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. Pada malam hari, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah, termasuk Kepulauan Nias, sedangkan pada dini hari cuaca diperkirakan umumnya berawan.
Gelombang Tinggi di Perairan Sumut
Selain hujan, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara pada periode 4 hingga 7 Mei 2026. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Christen Marpaung, menjelaskan bahwa gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di Perairan Barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, dan Perairan Barat Kepulauan Batu. Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama jika kecepatan angin mencapai 15–16 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Kondisi Cuaca dan Imbauan
BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 16 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 68 hingga 98 persen. Angin bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan 3–8 km per jam. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan mengambil langkah antisipasi, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Pemerintah daerah juga diharapkan siaga menghadapi potensi dampak dari hujan ekstrem ini.



