Sebuah ledakan gas dahsyat terjadi di tambang batu bara yang berlokasi di Provinsi Shanxi, China, pada Jumat (22/5/2026) pukul 19.29 waktu setempat. Peristiwa tragis ini mengakibatkan 82 orang meninggal dunia, sementara sembilan orang lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan laporan dari The Guardian yang dikutip pada Sabtu (23/5/2026), ledakan terjadi di tambang batu bara Liushenyu yang berada di wilayah Qinyuan, Shanxi. Saat kejadian, sebanyak 247 pekerja tengah berada di bawah tanah area pertambangan. Ledakan tersebut diduga dipicu oleh akumulasi gas metana yang kemudian menyulut api dan menyebabkan ledakan besar.
Dampak dan Upaya Penyelamatan
Ledakan ini tercatat sebagai salah satu insiden paling mematikan dalam satu dekade terakhir di industri pertambangan China. Tim penyelamat segera dikerahkan untuk mencari korban yang masih hilang dan mengevakuasi para pekerja yang selamat. Hingga berita ini diturunkan, sembilan orang masih dalam pencarian.
Insiden ini kembali menyoroti masalah keselamatan di pertambangan batu bara China, meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan standar keamanan. Pemerintah setempat berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti ledakan dan mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Keselamatan Pertambangan
Kecelakaan tambang batu bara sering terjadi di China karena faktor geologi yang kompleks dan kurangnya penerapan protokol keselamatan. Ledakan gas metana menjadi salah satu penyebab utama kematian di tambang bawah tanah. Peristiwa di tambang Liushenyu ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat dan investasi dalam teknologi keselamatan.



