Bayu Skak Ungkap Keunikan Film Foufo: 70 Persen Bahasa Madura
Film Foufo: 70 Persen Bahasa Madura

Sutradara Bayu Skak mengungkap keunikan film terbarunya berjudul Foufo yang diproduksi bersama rumah produksi SinemArt. Dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026), Bayu menjelaskan bahwa salah satu hal yang membedakan Foufo dari film Indonesia lainnya adalah penggunaan bahasa Madura sebagai bahasa utama di sebagian besar adegan.

70 Persen Adegan Menggunakan Bahasa Madura

Menurut Bayu Skak, sekitar 70 persen dari total adegan dalam film Foufo menggunakan bahasa Madura. Hal ini menjadi ciri khas yang membedakan film ini dari produksi film nasional lainnya yang lebih sering menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah tertentu dalam porsi yang lebih kecil. "Patut yang digarisbawahi, uniknya film ini adalah menggunakan bahasa Madura, sekitar 70 persen," ujar Bayu.

Melibatkan Aktor Asli Madura

Untuk menjaga keaslian cerita dan dialog, Bayu Skak juga melibatkan banyak aktor asli Madura. Langkah ini diambil agar pengucapan dan intonasi bahasa Madura dalam film terdengar alami dan tidak kaku. "Kami ingin penonton merasakan atmosfer Madura yang sebenarnya, bukan hanya dari segi bahasa tetapi juga dari ekspresi dan budaya yang dibawakan oleh para aktor," tambah Bayu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Film Foufo diharapkan dapat menjadi tontonan yang unik dan memperkaya khazanah perfilman Indonesia dengan mengangkat kearifan lokal Madura. Dengan penggunaan bahasa daerah yang dominan, film ini juga diharapkan mampu memperkenalkan budaya Madura kepada khalayak yang lebih luas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga