KAI Commuter melaporkan adanya gangguan sarana pada perjalanan Commuter Line No. 1978A relasi Duri-Tangerang yang terjadi pada Selasa (26/5/2026) pukul 17.05 WIB di jalur hulu petak jalan antara Stasiun Duri dan Stasiun Rawabuaya. Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa petugas saat ini sedang melakukan penanganan setelah menerima laporan. Gangguan tersebut berdampak pada Listrik Aliran Atas (LAA) yang harus dipadamkan, sehingga jalur hulu Duri-Rawabuaya belum dapat dilalui.
Penanganan Gangguan
“Setelah menerima informasi, petugas terkait langsung melakukan koordinasi dan penanganan di lokasi untuk memastikan keselamatan perjalanan serta mempercepat normalisasi operasional perjalanan Commuter Line,” kata Leza saat dikonfirmasi pada Selasa (26/5/2026). Pada pukul 17.56 WIB, LAA sudah menyala kembali. Commuter Line No. 1978A kemudian digandeng dengan Commuter Line No. 1980A menuju jalur tiga Stasiun Rawabuaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selama proses penanganan berlangsung, perjalanan Commuter Line lintas Duri-Tangerang mengalami penyesuaian operasional. Perjalanan yang terdampak antara lain Commuter Line No. 898A, 1980A, 1982A, dan 902A untuk arah hulu, serta Commuter Line No. 1983A, 895A, dan 899A untuk arah hilir. KAI Commuter melakukan upaya normalisasi perjalanan guna meminimalkan dampak keterlambatan perjalanan pengguna.
Kesaksian Penumpang
Kepanikan melanda para penumpang KRL Commuter Line jurusan Duri-Tangerang pada sore hari. Penumpang dibuat kaget dan histeris setelah mendengar suara ledakan berulang kali dari dalam gerbong, sebelum akhirnya kereta berhenti mendadak di perlintasan sebidang RT 01/RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Salah seorang penumpang, Tasya (25), menceritakan momen mencekam saat suara ledakan tersebut memicu gangguan pada sistem kelistrikan kereta secara beruntun.
“Tadi dengar ada ledakan. Jadi ledak gitu, (kereta) mati, (kereta) hidup lagi, ledak lagi, terus mati, hidup, ledak lagi, terus mati lagi. Enggak lama, kereta berhenti sampai sekarang. Ledakannya dari dalam KRL, kayak 'dug' gitu bunyinya,” kata Tasya kepada wartawan di lokasi kejadian. Menurut Tasya, ledakan itu langsung membuat lampu di dalam gerbong padam seketika, hingga memicu kepanikan massal. Karena takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Tasya bersama sebagian penumpang lain akhirnya memilih nekat turun begitu pintu kereta terbuka.
“Saya kan berangkat dari Kampung Bandan mau ke Tangerang. Tadi turun di sini (perlintasan sebidang Rawa Buaya). Pintunya (KRL) terbuka akhirnya tadi,” jelas Tasya.
Rasa kaget yang sama juga dialami oleh Butar (45). Ia yang saat itu berada di gerbong tiga mengaku terkejut karena sumber suara ledakan terdengar sangat dekat dari tempat duduknya sekitar pukul 17.00 WIB. “Saya tadi di gerbong tiga, terus dengar ada ledakan dari gerbong tiga. Tiga kali (bunyi ledakan), sekitar jam 17.00 tadi,” ujar Butar. Pascaledakan keras tersebut, Butar langsung bergegas menyelamatkan diri dengan berpindah ke gerbong paling depan. Meski sempat panik, Butar bersama sebagian penumpang lainnya memilih untuk tetap bertahan di dalam kereta sambil menunggu penanganan dari petugas.
Kondisi di Lokasi
Berdasarkan pantauan di lokasi hingga pukul 18.40 WIB, rangkaian Commuter Line tersebut dilaporkan masih tertahan dan belum bisa bergerak. Kondisi di dalam gerbong terpantau gelap, dengan lampu yang sesekali menyala lalu kembali padam. Insiden terhentinya kereta ini juga mengundang perhatian warga sekitar yang langsung berkerumun mendekati gerbong belakang kereta. Akibat posisi kereta yang melintang tepat di tengah jalan, palang perlintasan menuju Jalan Daan Mogot maupun arah sebaliknya tertutup total hingga memicu kemacetan. Banyak pengendara terpaksa memutar balik, sementara sirene perlintasan terus berbunyi nyaring.
Situasi di sekitar lokasi sempat kembali menegangkan saat beberapa rangkaian KRL lain dari arah berlawanan melintas. Masinis kereta lain terpaksa melambatkan laju armada mereka demi keamanan, mengingat banyaknya penumpang yang turun dan warga yang memadati area rel.
Imbauan KAI Commuter
KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk tetap mengikuti arahan petugas dan tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. “Untuk informasi update secara berkala melalui akun resmi media sosial @commuterline dan aplikasi C-Access serta call center 121,” tandas Leza.



