KOMPAS.com - Bayang-bayang penyakit menular, termasuk virus Ebola yang kini menjadi wabah, mengancam perhelatan Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada 12 Juni 2026 mendatang. Otoritas kesehatan masyarakat memberikan peringatan bahwa turnamen sepak bola terbesar di dunia ini, yang dijadwalkan berlangsung di 11 kota di Amerika Serikat (AS), berpotensi memicu penularan penyakit.
Krisis Internal Pemerintah AS Memperparah Kesiapan Medis
Ajang olahraga terbesar di dunia ini akan bergulir di tengah krisis internal yang melanda pemerintah AS. Salah satu masalah utama adalah pemotongan anggaran yang menyebabkan kehilangan staf di Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Selain itu, keputusan AS untuk keluar dari World Health Organization (WHO) semakin memperlemah koordinasi kesehatan global.
Pembubaran USAID Semakin Memperburuk Situasi
Kondisi kesiapan tim medis semakin diperparah ketika Presiden Donald Trump membubarkan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID). Langkah ini dikhawatirkan akan mengurangi kemampuan AS dalam menangani potensi wabah penyakit selama turnamen berlangsung. Para ahli kesehatan mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan guna meminimalkan risiko penyebaran penyakit menular di tengah keramaian Piala Dunia 2026.



