Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan dari Sembilan Dubes Negara Sahabat
Presiden RI Prabowo Subianto kembali menerima surat kepercayaan (letter of credentials) dari sejumlah duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara sahabat pada Selasa (9/6). Acara ini berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta. Total, dalam dua hari terakhir, sudah ada 17 duta besar negara sahabat yang surat kepercayaannya diterima oleh Presiden Prabowo. Penyerahan surat kepercayaan ini menandai dimulainya masa tugas resmi para diplomat sebagai perwakilan negara mereka di Indonesia.
Prosesi Penyerahan Surat Kepercayaan
Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno menjelaskan bahwa prosesi penyerahan surat kepercayaan merupakan tradisi diplomatik yang lazim dilakukan di berbagai negara. Dalam prosesi tersebut, para duta besar menyerahkan surat mandat yang ditandatangani oleh kepala negara atau kepala pemerintahan masing-masing. "Jadi yang kita lakukan adalah sekarang tradisi menerima surat kepercayaan dari para duta besar yang mereka suratnya biasanya ditandatangani oleh bisa presiden, bisa raja, jadi tergantung dari negaranya masing-masing," kata Havas dalam keterangan pers usai prosesi.
Daftar Sembilan Dubes yang Diterima
Adapun sembilan duta besar yang diterima surat kepercayaannya oleh Prabowo pada Selasa ini adalah:
- Manuel Estuardo Roldan Barillas (Guatemala)
- Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari (Qatar)
- Abdirashid Salat Abdile (Kenya)
- Ratu Isoa Delamisi Tikoca (Fiji)
- Redouane Houssaini (Maroko)
- Maria Gabriela Vieira Soares de Albergaria (Portugal)
- Bernardo Brea Rodriguez (Panama)
- Hong Kwang Il (Korea Utara)
- Antonio Rodrigues Jose (Mozambik)
Havas mengatakan bahwa salah satu diplomat yang diterima Presiden memiliki kedekatan dengan Indonesia karena pernah bertugas di Jakarta. "Yang Ambassador Mozambique ini menarik karena dia dulu pernah penempatan di Jakarta," ujarnya.
Pertemuan Informal dan Harapan Kerja Sama
Setelah penyerahan surat kepercayaan, biasanya dilakukan pertemuan informal antara kepala negara penerima dan para duta besar. Dalam kesempatan itu, para diplomat menyampaikan salam dari kepala negara masing-masing serta harapan untuk memperkuat hubungan bilateral. "Biasanya para dubes itu menyampaikan salam dari kepala negara mereka, jadi satu per satu mereka menyampaikan salam dan juga mereka masing-masing ingin meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia," kata Havas.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo kembali menyampaikan prinsip dasar politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Beliau menekankan pentingnya kerja sama antarnegara di tengah berbagai tantangan global. "Beliau juga menyampaikan prinsip-prinsip dasar politik luar negeri kita, bebas aktif dan juga menyampaikan perlunya di masa sekarang ini negara-negara bekerja sama dan membuat berbagai macam kerja sama di berbagai bidang untuk menciptakan keadilan," ujar Havas.
Penerimaan Surat Kepercayaan Hari Sebelumnya
Sebelumnya, pada Senin (8/6), Presiden Prabowo menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar negara sahabat. Kedelapan duta besar tersebut adalah:
- Duta Besar Sri Lanka, Sumadhurika Sashikala Premawardhane
- Duta Besar Filipina, Christopher Baltazar Montero
- Duta Besar Korea Selatan, Yoon Soongu
- Duta Besar Republik Ceko, Petr Kopriva
- Duta Besar Palestina, Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari
- Duta Besar Yunani, Dimitrios Michalopoulos
- Duta Besar Lebanon, Salam Al Achkar
- Duta Besar Saint Lucia, Menissa Rambally
Penerimaan surat kepercayaan ini menjadi bagian penting dalam penguatan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara mitra. Pemerintah juga menegaskan komitmen untuk terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif serta memperluas kerja sama berdasarkan prinsip saling menghormati, kesetaraan, dan kepentingan bersama.



