Jakarta - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,1 terjadi di Laut Sulawesi, tepatnya di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut). Gempa ini merupakan rangkaian susulan dari gempa dahsyat magnitudo 7,8 yang mengguncang Filipina sehari sebelumnya.
Gempa Susulan dari Filipina
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini adalah rangkaian susulan dari gempa M 7,7 di Mindanao, Filipina yang terjadi pada 8 Juni 2026 pukul 06.37.42 WIB. Gempa M 5,1 terjadi pada pukul 13.15 WIB siang ini.
Lokasi dan Mekanisme Gempa
Episenter gempa terletak pada koordinat 5,43 derajat Lintang Utara dan 125,21 derajat Bujur Timur, atau tepatnya di laut sekitar 204 km barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 24 km. Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini termasuk jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser (strike-slip).
Skala Guncangan
Gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe. Getaran juga terasa pada skala II-III MMI di Kendahe, Kepulauan Sangihe, dan Miangas, Kepulauan Talaud. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan. Hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami.
Gempa Filipina Tewaskan 41 Orang
Gempa M 7,7 di Filipina telah menewaskan sedikitnya 41 orang, dengan empat orang masih hilang. Gempa yang terjadi pada Senin (8/6) pagi waktu setempat itu menyebabkan kerusakan luas di Mindanao, merobohkan bangunan, mengganggu listrik dan air, serta memicu tanah longsor. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan. Hingga pukul 08.00 WIB, BMKG mencatat 130 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar M 6,7.
Ribuan warga masih mengungsi. Otoritas setempat terus melakukan evakuasi dan pencarian korban hilang.



