Militer Amerika Serikat kembali menunjukkan kekuatannya di kawasan Teluk. Sebuah kapal tanker minyak yang melanggar blokade terhadap Iran berhasil dilumpuhkan oleh pasukan AS di perairan internasional Teluk Oman. Kapal tanker berbendera Palau, M/T Marivex, menjadi sasaran operasi yang dilakukan oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).
Kronologi Penembakan
Peristiwa dramatis ini terjadi pada hari Senin, 8 Juni 2026 waktu setempat. Sebuah pesawat tempur F/A-18 Super Hornet yang diterbangkan dari kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) melancarkan serangan presisi ke ruang mesin dan kemudi kapal. Tindakan keras ini diambil setelah awak kapal Marivex tidak mengindahkan perintah dari pasukan AS.
"Marivex tidak lagi berlayar ke Iran," demikian pernyataan resmi CENTCOM yang dikutip dari Al Arabiya, Selasa (9/6/2026).
Dampak Blokade
Sejak blokade terhadap Iran dimulai pada 13 April 2026, CENTCOM telah melumpuhkan tujuh kapal, mengalihkan 134 kapal, dan memberikan izin kepada 42 kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk tetap melintas. Blokade ini merupakan bagian dari strategi AS untuk menekan Iran dalam konflik yang semakin memanas.
Insiden terbaru ini menambah daftar panjang ketegangan di kawasan yang sudah tidak stabil. Kapal tanker yang dilumpuhkan saat ini tidak dapat bergerak dan menjadi penghalang di perairan internasional.
Reaksi dan Implikasi
Tindakan AS ini menuai beragam reaksi dari komunitas internasional. Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini, namun sebelumnya Teheran telah mengecam blokade yang dianggapnya sebagai pelanggaran hukum laut. Sementara itu, AS berdalih bahwa blokade diperlukan untuk mencegah penyelundupan minyak dan senjata ke Iran.
Dengan adanya kejadian ini, ketegangan antara AS dan Iran diperkirakan akan semakin meningkat. Dunia menanti langkah selanjutnya dari kedua negara yang terlibat dalam konflik yang telah berlangsung lama ini.



