Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, secara resmi membuka Migran Center di Politeknik Negeri Batam (Polibatam) pada Senin, 8 Juni 2026. Pusat ini dirancang sebagai wadah untuk mempersiapkan kompetensi sekaligus membuka peluang penempatan kerja yang sah dan aman di luar negeri.
Harapan Besar untuk Talenta Global
Dalam keterangannya pada Selasa, 9 Juni 2026, Mukhtarudin menyatakan harapannya agar lulusan Polibatam tidak hanya berorientasi pada pasar lokal, tetapi juga mampu menjadi talenta global yang siap mengisi sektor-sektor industri strategis di luar negeri. Ia mengapresiasi capaian Polibatam yang telah berhasil mendidik anak-anak bangsa bertalenta, terutama dengan transformasinya menjadi perguruan tinggi negeri sejak 2010 dan memiliki 25 program studi dengan prospek jangka panjang yang cerah.
Memanfaatkan Bonus Demografi
Mukhtarudin menegaskan bahwa peresmian Migran Center ini merupakan wujud nyata dari amanah Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kualitas pekerja migran Indonesia, mendorong pergeseran dari sektor domestik menuju sektor formal dan profesional. Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini mengalami bonus demografi dengan melimpahnya usia produktif, sementara negara-negara maju menghadapi penuaan penduduk sehingga membutuhkan suplai tenaga kerja. "Ini peluang besar kita," ujarnya.
Polibatam sebagai Mitra Strategis
Polibatam, sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terbaik di Indonesia, telah mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing. Keunggulan ini menjadikannya mitra strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil untuk sektor-sektor unggulan seperti manufaktur dan elektronika, teknologi informasi, serta logistik dan perkapalan. Mukhtarudin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk menciptakan pekerja migran yang berkualitas dan berdaya saing global.
Penguasaan Bahasa dan Kreativitas
Mukhtarudin mengakui bahwa secara teknis, lulusan Indonesia sangat hebat dan mampu bersaing, terbukti dengan banyaknya pekerja migran profesional yang menduduki posisi strategis di Jepang dan Korea Selatan. Namun, kelemahan mendasar masih terletak pada penguasaan bahasa asing. Ia berharap Polibatam memperkuat kurikulum bahasa asing, termasuk bahasa Inggris untuk pasar Eropa, bahasa Arab untuk Timur Tengah, serta bahasa Korea dan Jepang. Selain itu, ia mendorong mahasiswa untuk mengasah kreativitas dan kemampuan berpikir kritis agar tidak hanya pintar secara teknis, tetapi juga menjadi pemikir dengan ide dan gagasan tinggi.
Sinergi Ekosistem Terpadu
Melalui Migran Center Polibatam, Kementerian P2MI berharap tercipta sinergi yang kuat dalam menyiapkan suplai tenaga kerja dari hulu ke hilir, guna mencetak dan menyalurkan tenaga kerja terampil Indonesia ke kancah internasional. Acara peresmian dihadiri oleh jajaran petinggi Polibatam, termasuk Direktur Ir. Bambang Hendrawan, Wakil Direktur Arniati, Ketua Senat Metta Santiputri, dan Kepala Pusat Karir Siti Noor Chayati, serta Konsul Jenderal RI untuk Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto. Menteri P2MI didampingi Sekretaris Jenderal KP2MI Komjen Pol. Dwiyono, Direktur Jenderal Pemberdayaan Fachri, dan Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Dwi Setiawan Susanto.



