KOMPAS.com — Gagal lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bukan akhir dari segalanya. Masih ada jalur mandiri yang bisa menjadi pilihan alternatif bagi calon mahasiswa. Agar memiliki peluang lebih besar, penting untuk mengetahui program studi mana saja yang memiliki persaingan paling ketat pada jalur SNBT 2026.
Persaingan Ketat di SNBT Unesa 2026
Tahun ini, Unesa menerima sebanyak 8.292 calon mahasiswa baru melalui jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT 2026. Jumlah tersebut berasal dari total 67.952 pendaftar. Dengan demikian, tingkat kelulusan SNBT Unesa hanya sekitar 12,2 persen. Angka ini menunjukkan betapa tingginya persaingan untuk masuk ke Unesa, terutama pada sejumlah program studi (prodi) favorit.
Program Studi dengan Persaingan Paling Ketat
- Prodi kesehatan seperti Kedokteran, Keperawatan, dan Farmasi menjadi incaran utama peserta SNBT. Daya tampung yang terbatas membuat peluang lolos semakin kecil.
- Prodi vokasi terapan, misalnya Teknologi Laboratorium Medis dan Fisioterapi, juga memiliki peminat yang sangat tinggi.
- Selain itu, prodi-prodi di bidang pendidikan seperti Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Bimbingan dan Konseling juga tak kalah ketat.
Jalur Mandiri sebagai Alternatif
Bagi calon mahasiswa yang belum berhasil di SNBT, Unesa menyediakan jalur mandiri. Melalui jalur ini, peserta dapat mengikuti seleksi berdasarkan nilai rapor atau tes khusus. Informasi lengkap mengenai jadwal, persyaratan, dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi Unesa. Jangan ragu untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena jalur mandiri juga memiliki persaingan yang tidak kalah sengit.
Dengan mengetahui prodi-prodi paling ketat, calon mahasiswa dapat menyusun strategi yang lebih matang. Apakah akan memilih prodi dengan persaingan lebih rendah atau tetap mempertahankan pilihan favorit? Semua tergantung pada persiapan dan keyakinan masing-masing.



