Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, dipastikan akan absen pada ajang Polytron Indonesia Open 2026. Turnamen bergengsi level Super 1000 ini akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 2 hingga 7 Juni mendatang. Kepastian tersebut didasarkan pada peringkat dunia Ginting yang saat ini tidak memenuhi syarat untuk mengikuti turnamen level tertinggi BWF World Tour tersebut.
Penyebab Absennya Anthony Ginting
Anthony Sinisuka Ginting pernah menjadi salah satu pemain papan atas dunia, bahkan sempat menduduki peringkat 2 dunia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, performanya menurun drastis akibat rentetan cedera dan penurunan kondisi fisik. Hal ini membuat peringkatnya terus merosot hingga tidak lagi masuk dalam daftar peserta otomatis untuk turnamen Super 1000 seperti Indonesia Open.
Dampak bagi Karir Ginting
Absennya Ginting dari turnamen kandang ini tentu menjadi pukulan berat bagi karirnya. Indonesia Open merupakan salah satu turnamen paling prestisius di dunia bulutangkis, dan ketidakhadirannya menunjukkan bahwa pebulutangkis berusia 28 tahun itu masih berjuang untuk bangkit dari masa sulit. Pengamat bulutangkis menilai Ginting perlu fokus pada pemulihan cedera dan meningkatkan konsistensi permainan agar bisa kembali bersaing di level tertinggi.
Polytron Indonesia Open 2026
Polytron Indonesia Open 2026 merupakan salah satu seri BWF World Tour level Super 1000, yang hanya diikuti oleh pemain-pemain terbaik dunia. Turnamen ini akan menjadi ajang pembuktian bagi pebulutangkis Indonesia lainnya yang saat ini berada di papan atas, seperti Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Dengan absennya Anthony Ginting, harapan Indonesia di sektor tunggal putra akan bertumpu pada pemain lain seperti Jonatan Christie atau pemain muda yang berpotensi tampil mengejutkan. Publik bulutangkis Indonesia tentu berharap Ginting bisa segera pulih dan kembali ke performa terbaiknya untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.



