Pemkab Bogor Soroti Kerusakan Gunung Salak, Bakal Benahi Bangunan Liar
Pemkab Bogor Soroti Kerusakan Gunung Salak, Benahi Bangunan Liar

Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan perhatian serius terhadap penurunan fungsi lahan di kawasan Gunung Salak. Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi yang akrab disapa Jaro Ade, mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan gunung tersebut sebelum kerusakan semakin meluas.

Seruan Penyelamatan Gunung Salak

Dalam pernyataannya pada Selasa (9/6/2026), Jaro Ade menekankan pentingnya menjaga kelestarian Gunung Salak. "Saya ingatkan, pokoknya selamatkan kaki Gunung Salak, selamatkan Gunung Salak, karena bukan hanya kepentingan oksigen, kepentingan air bersih, kepentingan perlu penghijauan di Gunung Salak, dunia pun perlu Gunung Salak. Dunia saja perlu Gunung Salak," ujarnya.

Ia juga memberikan peringatan tegas kepada pihak-pihak yang merusak kawasan tersebut. "Siapa yang merusak kawasan Gunung Salak dengan cara apapun, dengan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, tunggu akibatnya," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kolaborasi Antar Lembaga

Menurut Jaro Ade, menjaga Gunung Salak merupakan tanggung jawab bersama. Ia telah meminta dukungan dari fraksi di Komisi DPRD Kabupaten Bogor, terutama untuk kawasan gunung di wilayah Cijeruk dan Cigombong. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pembenahan bangunan liar yang ada di area tersebut.

"Dan ke depan, pembenahan kawasan dari bangunan-bangunan liar yang ada di Gunung Salak memang perlu kolaborasi pemerintah daerah, provinsi, dan pemerintah pusat," ungkapnya.

Dukungan Swasta dan Masyarakat

Pemkab Bogor juga telah mengajak pihak swasta untuk turut serta dalam upaya penyelamatan ini. Jaro Ade menyebut bahwa pihak swasta telah memberikan dukungan terhadap rencana Pemkab Bogor. "Dan yang lebih penting, kemarin yang sudah jadi sarana-prasarana, sekolah, pesantren, majlis, semuanya sudah kesepakatan, termasuk yang sudah jadi rumah-rumah masyarakat, itu akan dikeluarkan," bebernya.

Ia menyadari bahwa pembenahan dan penyelamatan di Gunung Salak tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dari berbagai elemen, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat. "Pembenahan di kawasan Gunung Salak untuk penyelamatan lingkungan tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Jawa Barat), dengan Pak Gubernur, dan pemerintah pusat," tuturnya.

Pemetaan Perizinan Lahan

Pemkab Bogor mengapresiasi peran pemerintah pusat dalam menjaga kawasan Gunung Salak. Ke depan, akan dilakukan pemetaan perizinan lahan yang digarap di wilayah tersebut. "Pokoknya kita benahi, karena di wilayah Gunung Salak yang menguasai lahan garapannya cukup banyak yang membangun apakah sudah ada izin atau tidak, karena dia penguasaan lahannya juga harus, haknya harus jelas, sesuai dengan aturan," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga