KOMPAS.com - Kerontokan rambut sering kali dianggap sebagai masalah penampilan semata. Padahal, kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya gangguan medis yang memerlukan penanganan sejak dini. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. Elisabeth Ryan, Sp.DVE.
Pentingnya Penanganan Dini
Menurut dr. Elisabeth, penanganan kerontokan rambut sebaiknya tidak ditunda. Pasalnya, peluang pemulihan akan lebih besar ketika folikel rambut masih dalam kondisi aktif. Folikel yang aktif lebih mudah dirangsang untuk menumbuhkan rambut kembali. Jika penanganan ditunda, kesempatan untuk mendapatkan hasil optimal bisa hilang.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Grand Opening Nallura Clinic di Jakarta Selatan pada Selasa, 9 Juni 2026, sebagaimana dilansir dari Antara. Ia menambahkan bahwa kerontokan rambut dapat terjadi sejak usia 20-an dengan penyebab yang sangat beragam.
Penyebab Kerontokan Rambut
Beberapa penyebab umum kerontokan rambut meliputi faktor genetik, stres, perubahan hormon, kekurangan nutrisi, serta efek samping obat-obatan tertentu. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan diagnosis yang tepat.
- Faktor genetik: riwayat keluarga dengan kebotakan.
- Stres: kondisi psikologis yang memicu kerontokan.
- Perubahan hormon: misalnya setelah melahirkan atau saat menopause.
- Kekurangan nutrisi: seperti zat besi atau vitamin D.
Langkah yang Bisa Dilakukan
Untuk mencegah kerontokan yang lebih parah, dr. Elisabeth menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit. Dengan penanganan yang cepat, folikel rambut yang masih aktif dapat diselamatkan. Selain itu, menjaga pola makan sehat dan mengelola stres juga berperan penting dalam menjaga kesehatan rambut.
Jangan anggap remeh kerontokan rambut. Segera konsultasikan dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.



