BMKG Tegaskan Bediding Bukan Cuaca Ekstrem, Ini Penjelasannya
BMKG: Bediding Bukan Cuaca Ekstrem, Ini Penjelasan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan klarifikasi terkait fenomena bediding yang belakangan ini dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah. Menurut BMKG, fenomena tersebut sama sekali bukan termasuk kategori cuaca ekstrem. Sebaliknya, bediding adalah peristiwa alam yang bersifat musiman dan lazim terjadi setiap tahun.

Penjelasan Direktur Meteorologi Publik BMKG

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa fenomena bediding merupakan penurunan suhu udara yang terjadi pada malam hari hingga pagi hari. Fenomena ini bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba atau bersifat ekstrem seperti badai atau gelombang panas.

“Perlu dipahami bahwa bediding bukanlah fenomena yang 'melanda' seperti kejadian cuaca ekstrem, melainkan kondisi musiman ketika udara terasa lebih dingin akibat berkurangnya tutupan awan,” kata Ida dalam pernyataannya yang dikutip dari Antara pada Sabtu (6/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyebab Fenomena Bediding

Menurut BMKG, penyebab utama bediding adalah minimnya tutupan awan di langit pada malam hari. Saat tidak ada awan, panas dari permukaan bumi akan lebih cepat lepas ke atmosfer, menyebabkan suhu permukaan turun drastis. Akibatnya, udara terasa lebih dingin, terutama pada dini hari menjelang pagi.

Fenomena ini biasanya terjadi pada musim kemarau, di mana cuaca cenderung cerah dan awan sedikit. BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dengan menyesuaikan pakaian agar tetap hangat.

Dampak Bediding bagi Kesehatan

Meskipun bukan cuaca ekstrem, suhu dingin yang berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan pernapasan atau daya tahan tubuh lemah. BMKG menyarankan untuk menggunakan selimut atau pakaian hangat saat tidur dan menghindari paparan angin malam secara langsung.

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk mengonsumsi makanan bergizi dan minuman hangat guna menjaga suhu tubuh tetap stabil. Dengan pemahaman yang tepat, fenomena bediding dapat dihadapi dengan tenang tanpa menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga