Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, mendorong Koperasi Merah Putih yang telah terbentuk di seluruh kelurahan untuk menjadi motor penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kerakyatan. Keberadaan koperasi ini diarahkan bukan sekadar sebagai wadah simpan pinjam, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem usaha yang produktif bagi masyarakat.
Koperasi Merah Putih di 54 Kelurahan
Saat ini, sebanyak 54 Koperasi Merah Putih telah berdiri di 54 kelurahan se-Kota Tangsel. Keberadaannya menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian warga dari tingkat paling dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.
"Alhamdulillah, seluruh kelurahan di Kota Tangerang Selatan telah memiliki Koperasi Merah Putih. Ini menjadi langkah penting untuk membangun kekuatan ekonomi masyarakat dari bawah, dengan melibatkan warga sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi," ujar Benyamin dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6).
Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Pembentukan koperasi ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas. Melalui koperasi, warga dapat mengembangkan usaha secara bersama, memperkuat akses pasar, dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Benyamin menekankan bahwa UMKM selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah. Oleh karena itu, koperasi harus mampu menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku usaha sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
"Koperasi Merah Putih harus mampu menjadi motor penggerak UMKM. Tidak hanya mengelola usaha secara kolektif, koperasi juga harus membuka peluang kemitraan, memperluas akses pemasaran, dan membantu meningkatkan kapasitas usaha masyarakat," kata dia.
Dukungan Pemkot Tangsel
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel telah memfasilitasi berbagai kebutuhan administratif dan kelembagaan, mulai dari proses pembentukan hingga pendampingan legalitas. Seluruh koperasi yang telah terbentuk juga didorong untuk mengembangkan unit usaha sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Penguatan kapasitas pengurus koperasi turut menjadi perhatian serius. Benyamin menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.
"Kami ingin koperasi ini tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru di tengah masyarakat. Ketika koperasi berkembang, UMKM semakin maju, lapangan kerja bertambah, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat," imbuhnya.
Optimisme Menuju Pilar Ekonomi Inklusif
Keberadaan Koperasi Merah Putih juga dinilai sejalan dengan komitmen Pemkot Tangsel dalam memperkuat ekonomi lokal dan memperluas kesempatan berusaha di tingkat kelurahan. Dengan dukungan pengurus koperasi, pelaku UMKM, dan masyarakat, Benyamin optimistis program ini dapat berkembang menjadi pilar ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.
"Harapan kami, koperasi ini benar-benar menjadi milik masyarakat, dikelola secara profesional, dan memberikan manfaat yang nyata. Jika ekonomi masyarakat bergerak dari tingkat kelurahan, maka dampaknya akan dirasakan secara luas terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan," tutup dia.



