Asal-usul 2 Pesawat yang Parkir 20 Tahun di Lahan PTDI Terungkap
Dua pesawat jenis Boeing 737-200 dengan nomor registrasi PK-IJI (MSN-22125) dan PK-IJJ (MSN-22130) telah terparkir di kawasan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, selama lebih dari 20 tahun. Selama ini, pemilik kedua pesawat tersebut belum diketahui secara pasti. Namun, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PTDI, Annisa Carolina, akhirnya mengungkapkan asal-usul pesawat tersebut.
Menurut Annisa, kedua pesawat itu masuk ke area PTDI pada tahun 2005. Saat itu, maskapai Buroq bekerja sama dengan PT ANI untuk melakukan perawatan (maintenance) kedua pesawat tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, kepemilikan PT ANI berubah dan proses perawatan pun tidak dilanjutkan.
“Pada tahun 2005, dulu itu Buroq bekerja sama dengan PT ANI untuk mengerjakan maintenance kedua pesawat ini. Namun seiring berjalannya waktu, PT ANI itu berubah kepemilikan, seiring berjalannya waktu tersebut, (maintenance) pesawat ini tidak berlanjut,” kata Annisa dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).
Annisa menjelaskan bahwa alasan PT ANI membawa kedua pesawat ini ke PTDI adalah karena PT ANI tidak memiliki fasilitas perbaikan sendiri. Oleh karena itu, perbaikan dikerjasamakan dengan PTDI yang memiliki fasilitas memadai.
“Karena PT ANI tidak punya fasilitas maintenance, jadi dipindahkan ke PTDI untuk pengerjaannya dan selain itu juga, dulu itu historical ke belakangnya lagi, sebelum PT ANI dengan Bouraq ini. Kedua pesawat ini itu dari PT PAN,” ungkapnya.
PT PAN sendiri merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia yang kini sudah tidak beroperasi lagi. Pada era pemerintahan Presiden Soeharto, tepatnya tahun 2005, PT PAN mendapat 10 pesawat yang kemudian dilisingkan ke beberapa maskapai di Indonesia, termasuk PT Buroq. Buroq kemudian berencana melakukan perawatan bersama PT ANI dengan memanfaatkan fasilitas PTDI.
Hingga saat ini, PTDI masih berupaya mencari pemilik sah kedua pesawat tersebut agar dapat diselesaikan statusnya. Masyarakat yang memiliki informasi terkait pesawat ini diharapkan dapat menghubungi pihak PTDI.



